Diklat Perencanaan Pembangunan Daerah RPJMD

Diklat Perencanaan Pembangunan Daerah RPJMD

Pada tahun 2018 International Institute for Management Development (IIMD) yang berbasis di Swiss merilis World Competitiveness Ranking atau peringkat daya saing Negara-negara di dunia. Berdasarkan hasil rilis dari IIMD peringkat daya saing Indonesia berada diperingkat 42 dunia daei 140 negara. Daya saing Indonesia masih tertinggal dari Singapura, Thailand dan Malaysia. Adapun Negara dengan daya saing tinggi adalah Amerika Serikat, Singapura, Belanda, Swiss dan Hongkong. Jika melihat Negara-negara ini, maka Negara Negara ini termasuk Negara dengan kategori maju.  Negara maju akan selalu diidentikkan dengan tingginya kualitas sumberdaya manusia (SDM). Untuk menuju kesebuah Negara maju, maka Indonesia harus mampu meningkatkan kualitas SDM. Dengan persiapan, perencanaan dan penganggaran yang baik kualitas SDM Indonesia dapat ditingkatkan

Salah satu strategi peningkatan kualitas SDM adalah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ASN melalui kegiatan pelatihan, seperti yang dilaksanakan oleh Pusbindiklatren BAPPENAS dengan P2KP Universitas Hasanuddin Makassar. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota kawasan timur Indonesia. Salah satu peserta yang ikut dalam pelatihan ini adalah ASN Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Gorontalo. Partisipasi ASN BALITBANG dalam kegiatan pelatihan Perencanaan Pembangunan Daerah RPJMD (PPD RPJMD ) adalah sebagai wujud dari peningkatan kapasitas ASN dalam meningkatkan kapasitas dan kapabiltas dalam perencanaan pembangunan daerah

Kegiatan pelatihan berlangsung selama 14 hari, dengan pemateri ahli perencana pembangunan dari Universitas Hasanuddin dan Fungsional Perencanaa dari BAPPENAS RI. Model pembelajaran merupakan model pembelajaran orang dewasa dimana teori dan praktek berbanding 60:40. Adapun materi pelatihan PPD RPJMD terdiri dari identifikasi perumusan masalah, penentuan isu strategis, penentuan isu paling prioritas, penentuan visi dan misi, penentuan tujuan, sasaran program, kegiatan, output dan outcome analisa proyeksi, analisa pendapatan dan proyeksinya, serta penentuan OPD penanggung jawab. Agar materi yang didapatkan sesuai dengan kondisi lapangan, maka pihak penyelenggara dalam hal ini P2KP Universitas Hasanuddin melakukan benchmarking dengan sampel BAPPEDA Kabupaten Gowa. Benchmarking dilakukan agar peserrta dapat mempelajari model perencanaan dari daerah lain sekaligus memperkaya pengetahuan peserta terkait pelatihan PPD RPJMD

Dipost Oleh Super Administrator

Selamat Datang Di Balitbang Kabupaten Gorontalo. Provinsi Gorontalo.

Post Terkait

Tinggalkan Komentar